+6221-22088623
+62 853-1174-0321
info@adindacargo.com

Jasa Sewa Undername Import

Jasa Pengiriman Kontainer Indonesia

Jasa Sewa Undername Import

Apa itu undername import ?

Memang istilah undername sudah bukan barang baru lagi dalam dunia logistik dan forwarder. Karena istilah ini sering dipergunakan dalam praktek export import di Indonesia. Dan tidak ada salahnya dalam kesempatan ini, kita ulas kembali sedikit tentang pengertian undername tersebut.

Sebuah perusahaan undername adalah perusahaan atau badan hukum yang telah terdaftar di Direktorat Jendral Bea dan Cukai dan tercatat di Departemen Perdagangan sebagai exportir maupun importir. Setelah terdaftar dan mengantongi izin barulah perusahaan tersebut boleh melakukan kegiatan export dan import. 

Sedangkan kegiatan atau usaha untuk menyewakan izin tersebut kepada perseorangan atau perusahaan lain belum memiliki izin export import disebut Jasa Sewa Undername.

Secara garis besar, Jasa Sewa Undername terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

Kenapa harus sewa undername untuk import ?

Kementrian perdagangan negara republik Indonesia telah mengatur masalah kegiatan impor tersebut. Salah satu aturan yang dikeluarkan oleh kementrian perdagangan adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 48/M-DAG/PER/10/2015 sebagai pengganti Permendag Nomor 54/M-DAG/PER/10/2009. Aturan itu menyebutkan bahwa importir barang wajib memiliki Angka Pengenal Importir (API) dan pengimpor barang yang dibatasi wajib memiliki izin import dari Kementerian/Lembaga tertentu sebelum barang import masuk pabean. Bahkan saat ini pemerintah memberikan kemudahan untuk pembuatan izin import dan disederhanakan menjadi satu dokumen, yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai pengganti Angka Pengenal Import (API) dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK).  sewa undername import Jasa Sewa Undername Import[/caption]

Hal inilah yang menjadi dasar kenapa para pengimpor barang harus memiliki izin terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan import. Cela ini jugalah yang dimanfaatkan oleh perusahaan
jasa sewa undername import untuk menawarkan jasa mereka kepada para importir yang belum memiliki izin.  

Bagaimana tata cara sewa undername import ?

Berikut ini kami akan jelaskan tata cara untuk sewa undername import. Maksudnya adalah agar pihak penyewa undername dan penyedia jasa sewa undername tahu hak dan kewajiban masing masing.

Membuat Sebuah Perjanjian Terlebih Dahulu – Kesepakatan antara kedua belah pihak dituangkan dan diikat dengan sebuah perjanjian tertulis seperti Memorandum of Understanding (MoU). Biasanya isi dari MoU yang paling penting adalah pihak pemilik barang / penyewa undername harus menjamin bahwa barang yang diimpor bukan barang terlarang ataupun obat obatan terlarang. Kemudian pihak penyewa juga berkewajiban untuk menyelesaikan segala biaya yang timbul selama proses customs clearance import. Antara lain membayar biaya Bea Masuk, PPN, PPh dan Biaya Notul (tambah bayar) jika ada serta biaya penumpukan container dan demurrage/detention, dll.

Sebelum Proses Pengiriman Barang Di Luar Negeri – pihak penyewa undername di Indonesia sangat penting untuk menginformasikan terlebih dahulu kepada pihak supplier / shipper / seller tentang nama perusahaan yang akan disewa, karena nama perusahaan undername tersebut yang harus dicantumkan dalam dokumen seperti Packing List, Invoice, Certificate of Origin, Bill of Lading, dll. Dan jika semua masalah dokumen sudah siap dan dikonfirmasi oleh shipper di luar negeri, maka pengiriman barang tersebut kemudian boleh diproses dan diberangkatkan ke Indonesia.

Setelah barang sampai di pelabuhan Indonesia – Beberapa hari sebelum barang sampai dari luar negeri, pihak penyewa undername harus menyerahkan dokumen asli kepada customs broker/PPJK seperti Packing List, Invoice, Bill of Lading, dll untuk dibuatkan draft Pemberitahuan Import Barang (PIB) sampai selesai. Dilanjutkan dengan submit data PIB tersebut ke Bea & Cuka melalui sistem Electronic Data Interchange (EDI).

Membayar pajak Bea Masuk, PPN dan PPh – Setelah proses submit PIB selesai, lakukan pembayaran nilai pajak dalam PIB tersebut sesuai E-Billing yang dikirimkan oleh system Bea & Cukai.
Selanjutnya sistem Bea Cukai akan memberikan 3 macam respon, yaitu :

  • Green Line (Jalur Hijau) – Barang langsung boleh dikeluarkan setelah semua dokumen lengkap
  • Yellow Line (Jalur Kuning) – Masih ada dokumen tambahan yang perlu dilengkapi terlebih dahulu (untuk barang tertentu)
  • Red Line (Jalur Merah) – Barang harus dilakukan pemeriksaan secara fisik terlebih dahulu, baru bisa dikeluarkan dari pabean.

Setelah semua proses customs clearance selesai, pihak penyewa undername harus memberikan hard copy dari semua dokumen antara lain packing list, invoice, bill of lading, PIB, E-Billing, Bukti Bayar Billing untuk kepentingan dokumentasi pihak jasa sewa undername import.

Demikian penjelasan singkat mengenai undername dan jasa sewa undername import tersebut. Jika anda sedang mencari Jasa Sewa Undername Import, silahkan hubungi kami di nomor dibawah ini.

Berapa harga sewa undename import ?

Harga sewa undername import biasanya tergantung dari jenis barang yang akan di import. Apakah tergolong barang General Cargo tanpa Larangan dan Batasan (Lartas) atau justru tergolong barang Berbahaya dan kategori barang Larangan dan Batasan (Lartas).

Di perusahaan kami saat ini menyediakan undername untuk komoditi yang beragam dan termasuk barang General Cargo. Komoditi barang tersebut diklasifikasikan dalam Harmonized Tariff System Code (HS Code) atau Pos Tarif.

Pos Tarif / HS Code Barang yang kami layani adalah :

  • 2501 S/D 2716 = Produk Mineral Minyak, Garam, Natrium, Klorida
  • 2801 S/D 3826 = Produk industri kimia atau produk industri terkait
  • 3901 S/D 4017 = Plastik dan barang daripadanya; karet dan barang
  • 4101 S/D 4304 = Kulit,bulu dan barang dari padanya
  • 4401 S/D 4602 = Kayu dan Barang dari kayu : arang kayu; Gabus dan
  • 4701 S/D 4911 = Pulp dari kayu atau dari bahan selulosa berserat
  • 5001 S/D 6310 = Tekstil dan barang tekstil
  • 6401 S/D 6704 = Alas kaki,tutup kepala, payung, tongkat jalan, dllnya
  • 6801 S/D 7020 = Barang dari batu, asbes, mika, bahan semacam it
  • 7201 S/D 8311 = Logam tidak mulia dan barang dari logam
  • 8401 S/D 8548 = Mesin dan peralatan mekanis ; perlengkapan elektris
  • 9401 S/D 9619 = Produk Hasil Pabrik, Handuk, Popok untuk Bayi, Dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat Via WhatsApp !